Perhitungan Zakat Penghasilan Gaji Berdasarkan Profesinya

Dasar hukum mengenai zakat profesi atau penghasilan gaji menyamakan dengan zakat hasil pertanian maupun zakat emas dan perak (perhiasan). Selama penghasilan gaji dari profesi telah melebihi ambang nishab yang ditentukan maka wajib bagi umat Muslim untuk menzakatkan penghasilannya. Nishab merupakan batas atau jumlah minimal harta yang dikenakan kewajiban zakat. Karena terbilang baru, maka nishab zakat profesi atau penghasilan, diqiyaskan atau disamakan dengan nishab yang sudah ada. Ada 2 kemungkinan untuk penetapan nishab zakat profesi, yaitu:

  • Diqiyaskan atau disamakan dengan nishab zakat emas maupun perak, yaitu mengkonversikannya pada harga emas dan perak (murni 24 karat) sebagai hasil uang yang wajib dizakati, yaitu senilai 20 dinar atau sekitar 93,6 gram emas.
  • Disamakan dengan zakat tanaman atau hasil pertanian yaitu senilai 5 wasq atau setara dengan 750 kg beras. Namun ada pendapat yang berbeda lainnya yang menyebutkan bahwa nilai beras yang menjadi nishab adalah 522 kg beras.

Karena profesi sendiri bentuknya bermacam-macam, jenis dan perolehannya pun berbeda-beda, maka sebaiknya lebih dicenderungkan pada standar nishab zakat di atas sebagai nishab zakat profesi dengan pertimbangan sebagai berikut:

 Jenis profesi yang berupa keahlian atau bayaran.

Jenis profesi yang dimaksud misalnya dokter spesialis, advokat, arsitek, kontraktor dan profesi yang sejenis, termasuk juga pejabat negara, guru besar dan yang setara dengannya maka nishab yang dipakai adalah nishab zakat pertanian atau tanaman. Dengan demikian apabila harga beras 1 kg adalah Rp 6000,- maka standar nishabnya adalah Rp 3.132.000,- per bulan. Jumlah yang harus dikeluarkan kurang lebih Rp 78.300,-. Namun jika merujuk pada zakat pertanian yang ditetapkan oleh Kamar Dagang dan Industri Kerajaan Arab Saudi bahwasanya kadar zakat pertanian dihitung sebesar 5%.

Kalangan profesional atau yang bekerja di bawah perusahaan.

Artinya adalah orang-orang yang memiliki pekerjaan profesional namun berada di bawah lingkup perusahaan atau suatu badan. Sebut saja dokter di rumah sakit atau guru di sekolahan, atau orang-orang yang bekerja di perusahaan angkutan maka perhitungan zakat penghasilan gaji diambil dari nishab zakat emas atau perak murni. Yang setara dengan 93,6 gram emas. Disesuaikan dengan harga emas saat ini dan dihitung per tahun.

Jadi katakanlah jika harga emas murni saat ini adalah sekitar Rp 500.000,- dikalikan 93,6 gram maka hasil yang akan diperoleh adalah Rp 46.800.000,- atau sama saja dengan Rp 3.900.000,- per bulan. Sehingga apabila penghasilan bersih Anda selama satu bulan telah mencapai angka tersebut, semisal Rp 4.500.000,- atau Rp 54.000.000,- selama satu tahun maka nominal zakat yang harus Anda keluarkan adalah senilai Rp 1.350.000,- per tahun atau bisa juga Rp 112.500,- per bulannya. Wallahua’lam bisshawwab.