4 Tips Parenting yang Dapat Mengembangkan Motorik Anak

Kemampuan motorik anak adalah hal penting yang harus dikembangkan. Kemampuan motorik baik kasar maupun halus akan mematangkan kemampuan tubuhnya utamannya kemampuan koordinasi antara otot, syaraf, otak dan spinal cord. Nah, bagaimana cara mengembangkan kemampuan ini? Yuk simak tips parenting berikut.

  • Pahami Perkembangan Motorik Anak

Motorik adalah istilah untuk menggambarkan perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh manusia. Pada tahap anak terdapat 7 tahapan perkembangan motorik yang dimulai dari usia 0 bulan hingga 4 tahun. Anda harus memahamui apa saja tahapan tersebut sebelum melakukan tindakan pengembangan motorik.

Pada intinya, motorik ini berkaitan dengan gerakan anak yang dimulai dari mengangkat kepala hingga yang lebih rumit seperti berlari dan berolahraga. Dalam setiap perkembangannya ini, treatment yang digunakan tentunya berbeda-beda sesuai dengan tahapan motorik anak. Maka penting bagi orang tua berkonsultasi pada pakar motorik anak.

  • Pahami Dunia Anak

Setelah memahami bagaimana tahapan perkembangan motorik anak, orang tua kemudian harus memahami dunia anak. Dunia anak pada usia balita adalah dunia bermain. Penting bagi anak untuk selalu bermain demi menjaga tehapan perkembangan motorik yang kian kompleks.

Orang tua dapat menggunakan permainan sebagai latihan motorik bagi anak. Beri permainan yang dapat mengasah motorik kasar maupun halusnya seperti berlari dan menggambar. Usahakan pengalaman bermainnya berisi pemecahan masalah sehingga anak termotivasi bertindak kreatif.

  • Modifikasi Lingkungan Sekitar

Untuk melatih motorik anak, Anda dapat memulainya dengan memodifikasi lingkungan sekitar sehingga menunjang aktivitasnya. Pastikan lingkungan bermainnya aman dan tersedia banyak jenis permainan. Peralatan bermain yang merangsang motorik anak seperti bola dan tali juga dapat Anda tambahkan di taman bermainnya.

Hal utama dalam lingkungan ini adalah bagaimana si anak dapat bermain sepuasnya tanpa membuat dirinya cedera. Pastikan ia dapat berguling-guling, memanjat dan berlari tanpa orang tuanya khawatir ia mengalami cedera. Dengan hal tersebut motorik anak akan berkembang optimal.

  • Perhatikan Perkembangannya

Setelah memastikan lingkungan telah mendukung tumbuh kembangnya, orang tua juga harus mengawasi perkembangannya. Ketika ia bermain, jangaan menekankan pada besarnya kekuatan ataupun kecepatannya. Namun coba perhatikan pada postur trubuh saat ia melakukan aktivitasnya. Postur yang benar akan membuat perkembangannya pesat.

Ketika Anda mencoba memerhatikan perkembangannya, Anda juga harus memiliki kesabaran apabila dilihat perkembangannya belum optimal. Setiap anak memiliki tingkat perkembangan motorik yang berbeda-beda sehingga penting bagi orang tua terus melatih anak meski dilihat lambat berkembang.

Perkembangan motorik anak tidak selalu akibat dari dalam diri anak. Orang tua pun memiliki andil vital di dalamnya sehingga peran anak-orang tua harus berkesinambungan. Kepekaan orang tua terhadap kebutuhan anak akan mendorong motorik anak senantiasa berkembang. Sekian tips parenting dari kami. Sampai jumpa pada tips-tips yang lain.