Tips merawat instalasi listrik  di rumah.

Aksesoris listrik yang selalu menemani keseharian kita, harus benar benar tidak luput dari pengawasan lho. Usahakan lah ada maintenance atau perawtan satu bulan sekali atau lebih sering. Karena banyak sekali lho resiko yang dihasilkan dari konslenting listrik termasuk berbahaya, beberapa kasus kebakaran kebanyakan nya adalah dari konsleting listrik. Memeriksa peralaatan listrik sperti steeker, saklar ataupun stop kontak  sangat lah disarankan.  Untuk lebih jauhnya ketahui dulu  dalam penyambungan listrik, kabel  yang terpasang di tiang jaringan tegangan rendah, kabel sambungan rumah sampai ke alat pembatas dan pengukur APP adalah aset yang dimiliki PLN. Sedangkan rangkaian kabel yang terpasang sebagai  instalasi listrik rumah/ bangunan adalah asset milik pelanggan.

Tips dibawah ini akan membantu anda untuk peduli dan turut memelihara instalasi listrik.

Pertama Pastikan dulu instalasi di bangunan atau rumah milik anda sudah terpasang dengan bendar dan aman serta menggunakan material listrik yang sudah terjamin kualitasnya dan sudah sesuai dengan kapasitasnya. Lakukanlah pemeriksaan rutin minimal setahun sekali untuk memastikan apakah Instalasi  masih layak untuk digunakan atau perlu direhibilitasi. Hal ini untuk menjaga agar Instalasi listrik tetap  layak digunakan dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal  uang tidak diinginkan. Apabila instalasi sudah terpasang lebih dari 5 tahun sebaiknya di rehabilitasi.

Pergunakan peralatan rumah tangga atau elektronik yang disesuaikan dengan daya tersambung dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik layak terpasang.  Jika ingin memasang secara langsung ada baiknya menggnakan jasa instalatir yang resmi terdaftar dari anggota AKLI ( asosiasi kontraktor Listrik Indonesia ) atau bisa menghubungi PLN secara langsung  beserta meminta informasi di kantor PLN terdekat.

Setelah memeriksa semua instalasi listrik dan sudah di rehabilitasi, berikut adalah tips mencegah bahaya listrik

  • Usahakan jagngan menunmpuk stop kontak pada satu sumber listrik, untuk menghindari konsleting dan terbakarnya stop kontak
  • Kabel kabel listrik yang terpasang di rumah, jangan dibiarkan terkeluas atau dibiarkan terbuka
  • Gunakan pemutus arus listrik ( sakering ) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
  • Jauhkan sumber sumber listrik seperti stop kontak saklar dan kabel kabel listrik dari jangkauan anak anak
  • Biasakan memakai aksesoris listrik atau alat alat listrik seperti, kabel, sakering, steker, dan stop kontak yang terjamin kualitasnya dan berstandar SNI
  • Bila mempunyai pohn yang mendekati sumber listrik di halaman, pangkaslah agar tidak menyentuh jaringan listrik
  • Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
  • Gunakan listrik yang memang haknya, jangan sampai mencurangi atau mencantol listrik dan mengotak atik KWH meter .
  • Jangan ceroboh menggunakan listrik serta biasakan untuk hati hati

Salah satu cara yang bisa kamu pakai adala menambahkan pemasangan ELCB ( erath leakage circuit breaker ) yang juga telah digantikan dengan GFI ( ground fault interrupter ) atau RCD ( residual-Current Device )  ke tiga piranti tersebut mempunyai fungsi untuk memutuskan hubungan apabila ada kebocoran listrik  atau apabila ada kejadian tersengat listrik. Kebanyakan piranti ini dipasang di kamar mandi, mesin cuci, dan alat alat yang rawan mdan tempat yang berpotensi mengalirkan listrik seperti tempat tempat berlantai basah.

Demikian tips merawat instalasi listrik di rumah, semoga artikel ini bermanfaat. Cheers!