Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) bukan hanya sekadar organisasi pencak silat, melainkan sebuah wadah persaudaraan yang mendalam. Nilai-nilai luhur seperti persaudaraan, kesetiaan, budi pekerti luhur, dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan dan ajaran PSHT. Kata-kata mutiara dalam PSHT bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga merupakan pedoman hidup yang membimbing para warganya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Kata-kata ini seringkali diucapkan dalam latihan, pertemuan, atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengingat akan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi.
Semangat persaudaraan dalam PSHT sangatlah kental. Setiap warga PSHT dianggap sebagai saudara, tanpa memandang perbedaan usia, suku, agama, atau status sosial. Rasa persaudaraan ini tercermin dalam sikap saling membantu, saling mendukung, dan saling menghormati antar sesama warga PSHT. Lebih dari itu, persaudaraan dalam PSHT juga mengajarkan tentang pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian, serta menjauhi segala bentuk permusuhan dan kekerasan. Tujuan akhir dari latihan pencak silat di PSHT adalah bukan hanya untuk menguasai teknik bela diri, tetapi juga untuk membentuk karakter yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Berikut adalah 10 kata kata mutiara PSHT yang penuh dengan semangat persaudaraan:
- Sepiro gedhene sengsoro yen tinampa amung dadi coba. (Seberapa besar penderitaan, jika diterima dengan ikhlas hanya akan menjadi cobaan.) Kata ini mengajarkan tentang ketabahan dan kemampuan untuk menghadapi segala kesulitan hidup dengan lapang dada, serta menganggapnya sebagai ujian untuk meningkatkan kualitas diri. Dalam konteks persaudaraan, ini berarti saling menguatkan dan mendukung saat saudara kita mengalami kesulitan.
- Aja Gumunan, Aja Kagetan, Aja Dumeh. (Jangan mudah heran, jangan mudah terkejut, jangan mentang-mentang.) Kata ini mengingatkan untuk selalu rendah hati, tidak sombong, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat duniawi. Sikap rendah hati ini penting dalam menjaga persaudaraan yang harmonis.
- Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara. (Memperindah dunia, memberantas angkara murka.) Kata ini merupakan visi dari PSHT, yaitu untuk berkontribusi positif bagi dunia dan memerangi segala bentuk kejahatan dan kesewenang-wenangan. Dalam konteks persaudaraan, ini berarti bersama-sama menjaga lingkungan dan membantu sesama yang membutuhkan.
- Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha. (Menyerang tanpa pasukan, menang tanpa merendahkan, sakti tanpa jimat, kaya tanpa harta.) Kata ini mengandung makna filosofis yang mendalam tentang kekuatan batin dan kemampuan untuk mengendalikan diri. Dalam persaudaraan, ini berarti menyelesaikan masalah dengan bijaksana tanpa harus menyakiti orang lain.
- Ora Ono Kamulyan Tanpo Paseduluran. (Tidak ada kemuliaan tanpa persaudaraan.) Kata ini menegaskan betapa pentingnya persaudaraan dalam mencapai kemuliaan hidup. Persaudaraan adalah fondasi utama dalam PSHT dan merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan bersama.
- Eling Marang Paseduluran, Becik Ketitik Ala Ketara. (Ingatlah akan persaudaraan, yang baik akan terlihat, yang buruk akan ketahuan.) Kata ini mengingatkan untuk selalu menjaga nama baik PSHT dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Setiap tindakan akan mencerminkan citra PSHT, sehingga harus berhati-hati dalam bertindak.
- Suro Diro Joyo Diningrat, Lebur Dening Pangastuti. (Kekuatan, kekuasaan, dan kejayaan kerajaan akan luluh oleh kasih sayang.) Kata ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada kekerasan, melainkan pada kasih sayang dan cinta kasih. Dalam persaudaraan, ini berarti mengutamakan perdamaian dan saling memaafkan.
- Ojo Rumongso Biso, Nanging Biso’o Rumongso. (Jangan merasa bisa, tapi bisalah merasa.) Kata ini menekankan pentingnya empati dan kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dalam persaudaraan, ini berarti saling memahami dan mendukung dalam segala situasi.
- Cedhak Kebo Gupak, Adoh Titihan. (Mendekat kerbau berlumur lumpur, menjauh dari tunggangan.) Ungkapan ini bermakna bahwa lebih baik bergaul dengan orang yang sederhana dan apa adanya daripada orang yang sombong dan penuh kepalsuan. Dalam persaudaraan, ini berarti menghargai setiap orang tanpa memandang status sosial.
- Manunggaling Kawula Gusti. (Bersatunya hamba dengan Tuhannya.) Meskipun lebih berorientasi spiritual, prinsip ini menekankan pentingnya keselarasan dalam diri dan hubungan dengan Yang Maha Kuasa. Dalam konteks persaudaraan, ini berarti menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika dalam berinteraksi dengan sesama warga PSHT.
Kata-kata mutiara ini menjadi warisan berharga bagi setiap warga PSHT, mengingatkan akan pentingnya persaudaraan, kesetiaan, dan budi pekerti luhur. Dengan mengamalkan nilai-nilai ini, diharapkan setiap warga PSHT dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
